Badan Ramping Bukan Berarti Sehat Ini Rahasia Jaga Kesehatan Metabolik di Asia
Pakar nutrisi mengungkap alasan di balik meningkatnya kasus kardiometabolik di kawasan Asia yang kerap luput dari perhatian. Berbeda dengan pandangan umum, risiko gangguan metabolik ternyata dapat mengintai masyarakat Asia meski memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) yang tergolong rendah.
Nutrition Education and Training Lead – Asia Pacific Herbalife, Dr. Vipada Sae-Lao, menjelaskan bahwa kesehatan metabolik memiliki cakupan yang jauh lebih luas daripada sekadar berat badan atau kemampuan tubuh membakar kalori. Kondisi ini mencakup efisiensi tubuh mengubah makanan menjadi energi, menjaga kadar gula darah, lipid, tekanan darah, hingga mengendalikan peradangan.
Menurut Dr. Sae-Lao, sistem metabolisme tidak bekerja secara terpisah, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling terhubung. Mulai dari komposisi tubuh, kesehatan usus, kualitas tidur, tingkat stres, hingga sistem kekebalan tubuh dan saraf. Perubahan gaya hidup modern, urbanisasi, serta minimnya aktivitas fisik turut menjadi tantangan utama yang memicu kerentanan ini.
Untuk menjaga fungsi metabolik secara optimal, masyarakat diimbau untuk menghindari solusi instan dan fokus pada beberapa langkah berkelanjutan. Pertama, memperhatikan komposisi tubuh dengan memperhitungkan massa otot yang aktif membakar energi, serta mengontrol penumpukan lemak visceral. Kedua, menjaga kestabilan gula darah melalui pemilihan makanan berindeks glikemik rendah, serat, protein, serta menghindari makan terlalu larut malam.
Selain itu, kesehatan usus melalui keragaman mikrobioma turut memegang peranan penting dalam pengolahan zat gizi. Faktor eksternal seperti kecukupan waktu tidur dan pengelolaan stres juga krusial karena berkaitan langsung dengan hormon kortisol dan sensitivitas insulin. Menariknya, kecukupan nutrisi ini juga dapat tercermin pada kesehatan kulit sebagai indikator pendukung tubuh yang seimbang.
"Pilihan-pilihan kecil dalam keseharian jika dilakukan secara konsisten dapat menjadi fondasi bagi fungsi metabolik yang lebih baik dan kesehatan jangka panjang," tutup Dr. Sae-Lao.