Peringati HUT Sekolah Rakyat, Kemensos Gelar Layanan Rehabilitasi Sosial Gratis di GOR Sudiang Makassar
MAKASSAR, SULSEL.TODAY — Dalam rangka memperingati satu tahun Sekolah Rakyat, Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial menghadirkan ragam layanan rehabilitasi sosial gratis bagi masyarakat di GOR Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mendekatkan layanan sosial sekaligus mendukung penguatan kapasitas serta kemandirian masyarakat.
Layanan yang disediakan mencakup pemeriksaan kesehatan umum seperti kadar asam urat, kolesterol, gula darah, tekanan darah, dan saturasi oksigen. Selain itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan konsultasi dokter dan apoteker, pemeriksaan telinga menggunakan otoskop, tes buta warna, serta pemberian obat sesuai kebutuhan dan hasil pemeriksaan medis.
Tidak hanya pemeriksaan fisik, Kemensos turut menghadirkan layanan fisioterapi guna membantu masyarakat mengenali dan menangani keluhan fisik melalui terapi yang tepat, seperti peregangan pada bagian tangan dan leher. Ruang dukungan psikologis dan sosial juga dibuka melalui layanan terapi psikososial serta konseling psikolog.
Antusiasme tinggi dirasakan oleh para penerima layanan. Salah satu warga, Rostiana (40), mengaku sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan dan terapi gratis di booth Kemensos tersebut. Ia mencoba berbagai layanan mulai dari pemeriksaan asam urat, kolesterol, gula darah, hingga terapi peregangan.
"Layanan ini sangat bermanfaat bagi saya. Harapannya, kedepan semakin banyak booth gratis seperti ini. Terima kasih banyak kepada Kemensos atas layanan yang diberikan," ujar Rostiana.
Selain layanan kesehatan dan sosial, booth Ditjen Rehabilitasi Sosial juga dimeriahkan dengan pameran produk hasil karya penerima manfaat program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI). Berbagai produk unggulan dipamerkan, meliputi kopi, batik ciprat, aneka produk kuliner seperti bawang goreng, keripik pisang, makaroni crispy, sambal ikan tuna, roti, marning jagung, telur asin, hingga produk pangan lainnya.
Pameran ini menjadi ajang strategis untuk memperkenalkan karya penerima manfaat sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas. Melalui langkah ini, Kemensos mendorong agar pelayanan sosial tidak sekadar menjawab kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga mampu membangun usaha serta meningkatkan kemandirian ekonomi penerima manfaat secara berkelanjutan.