Bandara Riyadh Diserang Rudal, Keselamatan Piala Asia 2027 Jadi Sorotan
Serangan rudal oleh kelompok Houthi yang mengincar Bandara Internasional Riyadh, Arab Saudi, memicu kekhawatiran mendalam terkait pelaksanaan Piala Asia 2027. Insiden keamanan ini menimbulkan kecemasan di kalangan pemain, federasi sepak bola, hingga pemerintah sejumlah negara peserta menjelang turnamen akbar tersebut.
Presiden FIFPRO Asia-Oseania, Beau Bush, menyampaikan rasa prihatin atas dampak konflik kawasan tersebut terhadap keselamatan para pemain. Ia menegaskan bahwa keselamatan pemain, suporter, dan staf wajib menjadi prioritas utama dalam seluruh perencanaan turnamen. Evaluasi risiko secara komprehensif dinilai sangat krusial dilakukan menjelang Piala Asia seiring situasi keamanan yang terus berubah.
Dampak situasi keamanan ini sudah mulai terasa pada agenda sepak bola internasional lainnya. Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) secara resmi telah memutuskan mundur dari ajang Piala Dunia FIFAe yang dijadwalkan berlangsung di Arab Saudi pada akhir Oktober 2026. Keputusan tersebut diambil setelah JFA melakukan evaluasi menyeluruh terhadap informasi keamanan di negara tuan rumah.
Langkah antisipasi juga diambil oleh Korea Selatan. Tim Nasional Sepak Bola Korea Selatan dilaporkan tengah menyiapkan rencana alternatif untuk pertandingan persahabatan yang semula dijadwalkan di Timur Tengah pada November 2026. Selain itu, Pemerintah Korea Selatan telah menaikkan peringatan perjalanan untuk seluruh wilayah Arab Saudi ke Level 3, yang merekomendasikan warganya untuk menunda perjalanan atau segera meninggalkan negara tersebut.
Di sisi lain, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menolak memberikan komentar resmi mengenai kekhawatiran yang berkembang. AFC sendiri telah menggandeng sejumlah sponsor besar yang berbasis di Arab Saudi untuk turnamen ini, seperti Aramco, Alrajhi Bank, dan NEOM. Sesuai jadwal, Piala Asia 2027 akan berlangsung pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027 di delapan stadion yang tersebar di Riyadh, Jeddah, dan Al-Khobar.