Polda Kalsel Usut 13 Korporasi Sawit Terkait Karhutla, Indikasi Pemodal Asing Diselidiki
SULSEL.TODAY –Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) tengah menyidik 13 korporasi perkebunan kelapa sawit di empat kabupaten yang diduga terlibat dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari jumlah tersebut, polisi menemukan indikasi keterlibatan pihak asing dalam sejumlah korporasi yang area konsesinya mengalami kebakaran.
Direktur Reskrimsus Polda Kalsel Kombes Pol Sigit Haryono menyatakan, penyelidikan mencakup perusahaan-perusahaan yang memiliki keterkaitan dengan pemodal, kepemilikan, ataupun saham yang dipegang oleh warga negara asing. Penyelidikan ini tersebar di empat wilayah kabupaten, yaitu Banjar, Tapin, Barito Kuala, dan Tanah Laut.
Menurut Sigit, pengusutan perkara korporasi memerlukan waktu dan ketelitian tinggi guna membuktikan keterkaitan perusahaan dengan insiden kebakaran serta dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan. Dalam prosesnya, penyidik turut menggandeng ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk memeriksa aspek lingkungan, termasuk ambang baku mutu air, udara, dan tanah. Polisi sementara ini menduga kebakaran di area korporasi terjadi akibat unsur kelalaian, sementara proses penyidikan terus berjalan mendalam.
Selain membidik korporasi, Polda Kalsel juga menangani kasus karhutla yang melibatkan perorangan. Hingga kini, aparat kepolisian telah menetapkan sembilan orang tersangka dari total 16 laporan polisi yang masuk tahap penyelidikan dan penyidikan. Satu perkara di antaranya bahkan telah mencapai tahap II di kejaksaan untuk proses penyerahan tersangka dan barang bukti kepada penuntut umum.
Penegakan hukum ini berjalan seiring dengan pelaksanaan Operasi Kepolisian Aman Nusa II Intan Penanganan Karhutla 2026 yang digelar sepanjang 1 hingga 31 Oktober 2026. Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan dilaporkan turun langsung memimpin upaya pemadaman di sejumlah lokasi prioritas seperti Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, dan Barito Kuala guna mengendalikan kebakaran yang meluas di wilayah tersebut.