Asap Karhutla Kian Mencekam, Prabowo Resmi Restui Bantuan Teknis Asing Turun Tangan

ilustrasi helikopter pemadam kebakaran sedang menjatuhkan air di atas kawasan hutan yang terbakar

Pemerintah Indonesia resmi menyetujui penerimaan bantuan teknis dari negara sahabat untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu krisis kabut asap pekat di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan.

Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan untuk menerima bantuan asing, yang teknis pelaksanaannya tengah dirumuskan secara detail oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Bentuk dan mekanisme bantuan teknis asing saat ini sedang dibahas di tingkat teknis melalui BNPB untuk memastikan efektivitas penanggulangan di lapangan," ujar Menlu Arrmanatha Nasir di Jakarta.

Sebelumnya, tawaran kerja sama pemadaman api dan bantuan cairan khusus pemadam karhutla telah disampaikan oleh beberapa negara tetangga dan mitra internasional, termasuk Malaysia dan Brasil.

Berikut adalah poin utama kondisi dan upaya operasi penanganan karhutla nasional terkini:

1. Pengerahan Personel: Lebih dari 60.000 personel gabungan dari TNI, Polri, Manggala Agni, dan relawan diterjunkan di lokasi prioritas.
2. Armada Udara: Sebanyak 48 unit helikopter dan pesawat dikerahkan untuk operasi water bombing serta Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC).
3. Uji Coba Cairan Pemadam: Penggunaan cairan khusus pemadam api dari Brasil telah diuji coba di Sumatra Selatan dan Kalimantan.
4. Penegakan Hukum: Bareskrim Polri dan satgas daerah menetapkan sedikitnya sembilan korporasi sebagai tersangka dalam perkara dugaan pelanggaran karhutla.

Meskipun laporan BMKG dan BNPB menunjukkan tren penurunan jumlah titik panas (hotspot) harian, tantangan cuaca kering serta angin kencang di daerah gambut masih memerlukan penanganan terpadu secara intensif.

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar