Studi UCSD: Ini 6 Perubahan Otak dan Tubuh Usai 7 Hari Meditasi Intensif
4. Peningkatan Kadar Opioid Alami dalam Darah
Kadar opioid endogen—senyawa alami tubuh yang berperan dalam meredakan nyeri dan mengatur fungsi fisiologis—tercatat meningkat dalam darah peserta. Fenomena ini membuka peluang studi lebih lanjut terkait hubungan latihan pikiran-tubuh dengan mekanisme persepsi nyeri, meski belum mengonfirmasi terjadinya penurunan rasa sakit secara klinis.
5. Pengalaman Meditasi yang Lebih Mendalam
Berdasarkan instrumen kuesioner, rata-rata skor pengalaman meditasi peserta meningkat dari 2,37 sebelum program menjadi 3,02 setelah program selesai. Peningkatan skor ini berbanding lurus dengan integrasi aktivitas antardaerah otak yang lebih kuat, mencerminkan adanya perubahan pola komunikasi antarjaringan otak.
6. Pola Konektivitas Otak Mirip Studi Psikedelik
Pola konektivitas otak peserta setelah meditasi intensif menunjukkan kemiripan dengan pola aktivitas yang diamati dalam studi zat psikedelik seperti psilosibin. Kendati pola komunikasi jaringan otak memiliki kemiripan, efek dan pengalaman subjektif dari meditasi dan penggunaan zat psikedelik tetap merupakan kondisi yang berbeda.
Keterbatasan Penelitian
Peneliti menegaskan bahwa hasil studi ini masih memiliki sejumlah keterbatasan. Ukuran sampel yang relatif kecil (20 orang dewasa sehat) membatasi generalisasi hasil pada populasi luas. Selain itu, durasi tujuh hari belum bisa menjelaskan efek jangka panjang, serta kombinasi aktivitas meditasi dan latihan fisik-pikiran membuat hasilnya belum tentu dapat diatribusikan pada meditasi saja.
Secara keseluruhan, temuan ini menjadi pijakan awal bagi penyelidikan ilmiah lanjutan mengenai hubungan latihan pikiran-tubuh dan sistem biologis manusia, ketimbang pembuktian manfaat klinis secara pasti.