Sering Biarkan Charger HP Tercolok di Stopkontak? Ini Dampak Tersembunyi yang Jarang Disadari
SULSEL.TODAY — Kebiasaan membiarkan pengisi daya (charger) ponsel tetap terhubung ke stopkontak setelah pemakaian telah menjadi hal yang lumrah bagi masyarakat. Walau terkesan sepele, kebiasaan ini rupanya menyimpan dampak negatif jangka panjang, mulai dari memperpendek umur perangkat hingga potensi ancaman keselamatan penghuni rumah.
Meski kabel pengisian daya sudah dilepas dari ponsel, rangkaian elektronik di dalam adaptor charger sebenarnya tetap bekerja aktif. Perusahaan jual beli elektronik dan gawai, Eraspace, mengungkapkan bahwa aliran listrik yang terus-menerus mengalir membuat komponen internal adaptor bekerja tanpa henti dan menimbulkan penumpukan panas. Lama-kelamaan, komponen kecil tersebut akan mengalami keausan yang menurunkan kinerja serta memperpendek usia pakai charger.
Selain merusak adaptor, risiko lebih fatal yang dapat terjadi adalah korsleting listrik dan kebakaran. Risiko ini kian meningkat apabila masyarakat menggunakan charger berkualitas rendah tanpa sistem proteksi memadai, atau ketika terjadi lonjakan tegangan listrik akibat gangguan jaringan hingga sambaran petir.
Dampak lain dari kebiasaan ini adalah munculnya fenomena daya hantu atau vampire power. Charger yang tetap tercolok tanpa beban pengisian rata-rata tetap mengonsumsi listrik sebesar 0,1 hingga 0,5 watt. Angka ini mungkin terlihat kecil untuk satu perangkat, tetapi jika beberapa charger dan perangkat elektronik di dalam satu rumah dibiarkan tertancap sepanjang tahun, akumulasinya akan memicu pemborosan energi serta membengkaknya tagihan listrik.
Terkait keamanan mengisi daya pada malam hari, Associate Professor dari CQUniversity Australia, Meena Jha, menjelaskan bahwa ponsel pintar modern pada dasarnya sudah dibekali sistem manajemen daya otomatis. Pengguna tidak perlu khawatir berlebihan hingga sengaja terbangun hanya untuk mencabut charger saat baterai menyentuh 80 persen.
Kendati demikian, Meena Jha menggarisbawahi pentingnya memperhatikan lokasi pengisian daya. Pengguna sangat dilarang meletakkan ponsel yang sedang diisi daya di bawah bantal, selimut, atau penutup lainnya yang berpotensi memerangkap panas dan menyebabkan panas berlebih (overheating).
Untuk menjaga keamanan serta menghemat energi, pengguna disarankan untuk selalu mencabut charger seusai digunakan, memanfaatkan sakelar otomatis atau smart plug, serta selalu memakai charger resmi berstandar keamanan tinggi. Selain itu, posisikan ponsel di atas permukaan yang keras dan memiliki sirkulasi udara yang baik saat proses pengisian berlangsung.