Donald Trump Ungkap Kekecewaan, Sebut NATO Tak Loyal Saat Dimintai Bantuan Terkait Iran
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, melontarkan kekecewaannya secara terbuka terhadap sekutu-sekutu di dalam aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Trump menilai NATO tidak menunjukkan loyalitas kepada AS ketika dimintai bantuan militer terkait konflik dengan Iran.
Dalam pidatonya di hadapan para pendukung pada Senin (19/10/2026), Trump mengungkapkan bahwa permintaan bantuan tersebut sejatinya merupakan bentuk ujian komitmen terhadap sekutu Eropa, mengingat besarnya anggaran pertahanan dan pendanaan yang telah digelontorkan oleh Amerika Serikat untuk aliansi tersebut.
Kendati menegaskan bahwa pasukan AS tidak benar-benar memerlukan bantuan operasional dari pihak luar, Trump mengaku kecewa atas penolakan yang diberikan oleh mitra-mitra Eropa. Menurutnya, kontribusi finansial ratusan miliar dolar yang dikeluarkan AS untuk melindungi Eropa berbanding terbalik dengan respons sekutu yang menolak untuk mengerahkan sumber daya saat Washington meminta dukungan, khususnya dalam mengamankan jalur strategis seperti Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Di sisi lain, secara historis, negara-negara anggota NATO di Eropa kerap membatasi ruang lingkup pertahanan kolektif sesuai Pasal 5 Perjanjian Atlantik Utara, serta menolak perluasan kewajiban aliansi untuk mencakup operasi militer sepihak Amerika Serikat di luar wilayah kedaulatan sekutu tanpa adanya konsensus internasional yang jelas.