Jangan Cuma Lihat Kalori, Ini Cara Membaca Label Gizi Makanan

Memeriksa takaran saji, kalori, gula, natrium, dan serat pada label gizi dapat membantu konsumen membandingkan kandungan nutrisi produk makanan kemasan.

SULSEL.TODAY — Saat membeli makanan kemasan, konsumen sering kali memperhatikan rasa, harga, atau klaim pada bagian depan kemasan. Padahal, informasi nilai gizi di bagian belakang atau samping kemasan dapat membantu membandingkan kandungan nutrisi beberapa produk sebelum memutuskan untuk membeli.

Salah satu hal pertama yang perlu diperiksa adalah takaran saji dan jumlah sajian dalam satu kemasan. Angka kalori serta kandungan zat gizi biasanya dihitung berdasarkan satu takaran saji, bukan selalu berdasarkan seluruh isi kemasan. Jika seseorang mengonsumsi dua sajian, jumlah kalori dan zat gizi yang masuk juga dapat menjadi dua kali angka yang tercantum untuk satu sajian.

Berikutnya, perhatikan jumlah kalori. Kalori menunjukkan energi yang diperoleh dari makanan atau minuman. Angka ini lebih bermakna jika dibaca bersama ukuran sajian dan kebutuhan energi masing-masing orang, karena kebutuhan setiap orang dapat berbeda.

Konsumen juga dapat membandingkan beberapa zat gizi yang tercantum pada label, seperti lemak jenuh, gula, natrium, serat, dan protein. Pilihan yang lebih sesuai bergantung pada kebutuhan masing-masing. Misalnya, seseorang yang perlu membatasi natrium dapat memberi perhatian lebih pada kandungan natrium per sajian, sedangkan orang yang ingin meningkatkan asupan serat dapat membandingkan kandungan serat pada produk sejenis.

Pada label yang menggunakan persentase Nilai Harian atau Daily Value, angka tersebut menunjukkan seberapa besar kontribusi satu sajian terhadap acuan kebutuhan harian untuk zat gizi tertentu. Sebagai panduan umum pada label gizi yang digunakan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA), persentase 5% atau kurang per sajian dianggap rendah, sedangkan 20% atau lebih dianggap tinggi. Acuan ini perlu dipahami sesuai sistem label yang digunakan dan bukan sebagai penilaian mutlak bahwa suatu produk selalu baik atau buruk.

Perhatikan pula perbedaan antara gula total dan gula tambahan apabila keduanya dicantumkan. Gula total dapat mencakup gula yang secara alami terdapat dalam bahan pangan serta gula yang ditambahkan selama pengolahan. Informasi ini membantu konsumen memahami komposisi produk dengan lebih teliti.

Agar perbandingan lebih adil, gunakan ukuran sajian yang sama ketika membandingkan produk sejenis. Jangan langsung menyimpulkan bahwa produk dengan angka kalori lebih rendah pasti menjadi pilihan terbaik, sebab kandungan protein, serat, lemak, natrium, dan zat gizi lain juga perlu diperhatikan.

Klaim pada bagian depan kemasan, seperti “rendah gula” atau “tinggi serat”, sebaiknya tidak menjadi satu-satunya dasar pengambilan keputusan. Periksa tabel nilai gizi dan daftar bahan untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap. Untuk produk yang dijual di Indonesia, baca label sesuai informasi dan ketentuan yang tercantum pada kemasannya.

Dengan membiasakan diri memeriksa takaran saji, kalori, dan kandungan zat gizi utama, konsumen dapat membuat perbandingan yang lebih terarah saat berbelanja. Kebiasaan sederhana ini membantu memilih produk berdasarkan informasi, bukan hanya desain kemasan atau klaim promosi.

Tinggalkan Balasan

Untuk memberikan komentar, Anda harus Login terlebih dahulu.

0 Komentar

Belum ada komentar